Keluarga Besar FIB Unkhair Gelar Acara Lepas Sambut Dekan

Penyerahan dokumen standar SPMI sebagai tanda lepas sambut Dekan lama kepada Dekan baru

FIB Unkhair – Senin sore kemarin (28/3/2022) aroma bakso menyeruak memenuhi Aula Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Unkhair. Saat terik mulai luruh karena matahari sedang di jalan kembali ke peraduan, panasnya uap bakso justru membangkitkan kehangatan ruangan yang dijadikan tempat lepas sambut dekan FIB Unkhair itu. Kursi diatur berbentuk U mengikuti panjangnya ruangan yang rangkap menjadi ruang kelas tersebut. Tataan ini tidak sekadar memudahkan para dosen dan tenaga tendik meraih mangkuk-mangkuk bakso yang telah dijejer, tetapi juga memudahkan interaksi dengan pejabat yang telah melepas jabatan atau yang baru dilantik.

Dra. Nurprihatina Hasan, M.Hum baru saja menerima amanah dari Rektor Unkhair sebagai dekan FIB untuk periode 2022-2026. Ibu Ina, begitu biasa dipanggil, disambut dengan sukacita oleh segenap keluarga besar FIB Unkhair. Pada saat yang sama, Drs. Fachmi Ahadar, M.Hum melepas amanah yang telah dipikulnya selama 8 tahun.

Foto bersama Dekan lama, Dekan baru, dan para dosen FIB Unkhair usai acara pelantikan

Sebelum mereguk kuah bakso, acara yang dipandu Koordinator Prodi Sastra Indonesia, Ridwan, itu memberikan kesempatan kepada pejabat dekan yang baru maupun yang lama untuk memberikan sepatah kata. Aba, sapaan akrab dekan periode sebelumnya, mendapatkan kesempatan pertama memberikan sambutannya.  Di hadapan puluhan dosen dan tenaga tendik yang hadir, Aba tidak bisa menutupi rasa cintanya. “Saya diberikan kesempatan untuk mengasuh Fakultas ini untuk waktu 8 tahun. Saya mencintai anda semua, saya mencitai Fakultas ini. Tanpa anda semua tidak mungkin saya diberi kesempatan memimpin Fakultas ini,” ungkapnya.

Momentum di podium itu tidak dimanfaatkan Aba untuk membanggakan diri atas berbagai capaiannya selama memimpin Fakultas yang memelopori kebudayaan dan kemajemukan di Maluku Utara itu. Ia justru menyebutkan kekurangan-keuranganya atau program-program yang belum dituntaskannnya.  “Banyak hal yang saya laksanakan belum tuntas. LK (Lektor Kepala) untuk dosen masih sangat minim, ruang dosen, soal kebersihan, dan lainnya,” sebutnya disertai penjelasan sebab belum tuntasnya beberapa hal tersebut.

Aba meyakini, dekan FIB yang baru, Ibu Ina dapat menuntaskan semua hal yang belum sempat dituntaskan dan akan menyusun program lain yang dapat memajukan Fakultas yang menampung lima program studi tersebut. “Kita kecil secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif kita harus besar. Alhamdulillah perlahan-perlahan kita mulai besar. Saya yakin kedepan Ibu Ina akan mampu melakukannya,” katanya yakin.

Sesaat sebelum menjura sebagai tanda penghormatan kepada seisi ruangan itu, Aba mengakhiri sambutannya dengan menyanyikan bagian refrain dari lagu Samson yang berjudul Kenangan Terindah.

Bila yang tertulis untukku

Adalah yang terbaik untukmu

‘Kan kujadikan kau kenangan

Yang terindah dalam hidupku

Namun takkan mudah bagiku

Meninggalkan jejak hidupmu

Yang t’lah terukir abadi

Sebagai kenangan yang terindah

Nyanyian Aba tidak saja disahuti dengan tepuk tangan tetapi juga ikut dinyanyikan oleh semua orang yang hadir dalam ruangan itu.

Sementara itu Ibu Ina yang mendapatkan kesempatan sambutan kedua tidak berbicara banyak. Alasannya, karena ia baru saja dilantik dan baru memulai kepemimpinannya. “Apa yang telah dicanangkan Pak Fahmi adalah cikal bakal program yang akan saya lanjutkan. Insyaallah ada yang bisa saya tambahkan akan saya lakukan. Saya belum bisa bicara banyak karena saya baru saja dilantik,” katanya diakhiri dengan aforisme “together we will be strong.”

Acara lepas sambut dekan FIB ditandai dengan penyerahan dokumen standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terbaru dari dekan lama kepada dekan baru. Dokumen Standar SPMI berisi berbagai kriteria, ukuran, patokan, atau spesifikasi dari seluruh kegiatan penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penanda lainnya, Aba juga menyerahkan kunci mobil dinas dekan kepada dekan baru.

Usai penyerahan dokumen dan kunci mobil tersebut, pegawai tendik FIB mendapatkan kesempatan menyampaikan kesannya kepada mantan dekan FIB, Aba. Ibu Vina, perwakilan pegawai yang menyampaikan kesan, mengungkapkan bahwa Aba adalah pemimpin yang suka peduli dan merangkul bawahannya.  “Aba juga suka bercanda dengan bawahannya tetapi kewibawaannya tidak jatuh tetapi justru kewibawaan beliau selalu memesona,” tandasnya.

Acara lepas sambut ditutup dengan pemberian cinderamata dari beberapa program studi dan pegawai FIB kepada Aba. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.