Tim Antropologi Unkhair Raih Pendanaan PKM-RSH dari Kemdikbudristek

Tim PKM Antropologi

(kiri-kanan) Irawati Losen, Jandri Fokatea, dan Muhammad Arief Setyono

FIB Unkhair – Beberapa mahasiswa Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun (Unkhair) yang tergabung dalam tim pengusul untuk pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dinyatakan lulus sebagai peraih pendanaan program tersebut. Mereka adalah Irawati Losen, Muhammad Arief Setyono, dan Jandri Fokatea. Tim ini juga dilengkapi dengan salah satu mahasiswa dari luar Antropologi yang bernama Ary Salmin.

Ketua Tim PKM-RSH, Irawati Losen menyebutkan bahwa program PKM yang diusulkan berjudul “Strategi Adaptasi Masyarakat Pulau Kecil terhadap Kekurangan Air Layak Konsumsi di Pulau Hiri.” Menurutnya, topik ini dipilih bermula dari dirinya berpergian ke Hiri dalam rangka mengunjungi salah satu temannya di pulau Hiri. “Lebaran tahun lalu saya jalan-jalan di desa Faudu, Hiri, saya melihat masyarakat Hiri kekurangan air bersih karena mereka mengandalkan air hujan. Pengalaman ini yang mengantarkan tim kami memilih topik ini dan Alhamdulillah lolos,” tutur mahasiswa semester II itu.

Proposal yang diusulkan ini, lanjut Ira, sapaan akrab Irawati Losen, pada dasarnya ingin menggambarkan keadaan masyarakat Hiri dalam mengadaptasi air bersih layak konsumsi. “Untuk bertahan hidup, masyarakat perlu menyesuaikan dengan lingkungannya, nah di Hiri itu karena pulaunya kecil dan mungkin sumber airnya kurang sehingga masyarakat di sana (Hiri) memiliki strategis tersendiri untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hari-hari,” terang mahasiswa peraih beasiswa KIP itu.

Topik yang bermula dari sebuah pengalaman ini berbuah raihan pendanaan PKM-RSH oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) setelah melalui proses pembimbingan dengan Dr. Safrudin Amin, dosen pembimbing mereka. “Kita diskusikan dengan pembimbing tentang arah proposal serta kedalaman dan pentingnya proposal ini untuk didanai,” kata perempuan asal Sanan, Kabupaten Kepulaun Sula itu.

Lebih jauh, Ira berharap, proposal ini tidak sekadar sebatas menggambarkan kondisi kebutuhan air di Pulau Hiri, Kota Ternate, tetapi lebih jauh dapat berdampak terhadap kebijakan pemerintah Kota Ternate dalam menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Hiri. “Semoga hasil dari PKM ini dapat berkontribusi berupa masukan kepada pemerintah untuk dapat menyediakan air bersih di pulau Hiri,” harap anak ketiga dari enam bersaudara itu.

Selain itu, Ira juga berharap agar kedepan, mahasiswa-mahasiswa Unkhair pada umumnya dapat berkompetisi meraih berbagai skema PKM, baik dari Kemdikbudristek maupun dari instansi lainnya. “Semakin banyak mahasiswa Unkhair mendapat hibah PKM, maka semakin banyak pula mahasiswa Unkhair dapat berkontribusi kepada masyarakat di Maluku Utara,” imbuhnya.

Terpisah, dosen pembimbing tim PKM tersebut, Dr. Safrudin Amin, mengaku mengapresiasi keberhasilan mahasiswa yang meraih pendanaan PKM-RSH tersebut. Menurutnya, keberhasilan-keberhasilan seperti ini perlu didorong sehingga menjadi teladan baru dalam berprestasi. “Ini bagus dan penting, sehingga mahasiswa disibukkan dengan kegiatan-kegiatan akademik yang bersifat penelitian atau pengabdian semacam PKM ini. Kalau tidak demikian, maka mahasiswa akan lebih banyak mengisi waktunya dengan berorasi sana sini. Jadi ini jalan bagus bagi mahasiswa membangun prestasinya,” jelas alumni program doktoral UGM itu.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.