Kembangkan Wisata, UPW Unkhair ke Morotai

FIB, UNKHAIR – Kurang lebih lima hari, sejumlah dosen Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun (Unkhair) yang tergabung dalam tim Monitoring Centre Sustainable Tourism Observatories (MCSTO) melakukan sejumlah kegiatan pengembangan pariwisata di Kabupaten Pulau Morotai.

Untuk diketahui, MCSTO adalah bentukan Kementerian Pariwisata. Unkhair masuk dalam bagian tim MCSTO khusus wilayah Maluku Utara karena memiliki program studi UPW. Untuk itu, tim yang dibesut oleh Mustafa Mansur ini dipercaya Kementerian Pariwisata untuk memonitor pengembangan pariwisata khusus di Maluku Utara. “Selain itu, Morotai juga masuk dalam 10 destinasi baru yang sedang dikembangkan sehingga kami di Unkhair juga diberi tugas ini,” terang Mustafa.

Sejak berada di Morotai pada tanggal 28 Oktober (2019), Tim MCSTO melaksanakan beberapa kegiatan pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Di antaranya pendampingan Penyusunan Paket Wisata pada masyarakat Desa Galo-Galo Kecamatan Morotai Selatan,  dilanjutkan dengan monitoring terhadap destinasi wisata Pulau Zum-Zum dan Pantai Dodola, pada tanggal 29 Oktober,” katanya.

Keesok harinya, tanggal 30 Oktober, Tim melakukan MoU (Memorandum of Understanding) kerjasama dengan Universitas Pasifik (UNIPAS) mengenai pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Kemudian kami lanjutkan dengan sosialisasi pengelolaan sampah dan pemeliharaan lingkungan pada masyarakat Desa Bido Kecamatan Morotai Utara, serta melakukan monitoring terhadap destinasi wisata Pantai Nunuhu dan objek wisata kelapa Bido yang menjadi ciri khas destinasi wisata desa Bido,” imbuhnya.

Di hari berikut, tanggal 31 Oktober, tim MCSTO menyelenggarakan  diskusi terpumpun (Focus Group Discussion) mengenai isu-isu strategis pariwisata berkelanjutan. Kegiatan ini bertempat di gedung rektorat UNIPAS Morotai. “Setelah itu kami melakukan monitoring objek wisata Army Dock,” imbuh dosen yang juga tuli lamo kesultanan Loloda itu.

Sebelum kembali, tepatnya di hari terakhir (1/11/2019), tim MCSTO melakukan kunjungan dan monitoring pada objek wisata sejarah perang dunia II.  “sebagai ketua MCSTO, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak di Morotai, baik pemerintah  maupun masyarakat desa Galo-Galo dan Desa Bido yang telah mendukung program MCSTO.  Begitu juga kepada teman-teman tim, saya sampaikan terima kasih atas komitmen dan kerjasamanya yang baik sehingga kita dapat melaksanakan program sesuai rencana yang kita sepakati bersama,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *