Karya Ibrahim Gibra Masuk dalam 5 Buku Antologi Puisi Terbaik

Pengumuman KMBK sebagai salah satu buku antologi tebaik pada malam Penganugerahan Hari Puisi Indonesia
Pengumuman KMBK sebagai salah satu buku antologi tebaik pada malam Penganugerahan Hari Puisi Indonesia

 

FIB Unkhair – Antologi puisi Karang Menghimpun Bayi Kerapu (KMBK) karangan Ibrahim Gibra ditetapkan menjadi 1 dari 5 buku antologi puisi terbaik dalam Sayembara Buku Antologi Puisi untuk Anugerah Hari Puisi Indonesia tahun 2020 yang diselenggarakan Yayasan Hari Puisi Indonesia. Ibrahim Gibra adalah nama pena dari Prof. Gufran Ali Ibrahim, Rektor Universitas Khairun Ternate periode 2009-2013.

Ibrahim Gibra, Penyair dan penulis KMBK
Ibrahim Gibra, Penyair dan penulis KMBK

Proses penetapan 5 buku antologi puisi pilihan ini melalui tahapan seleksi yang ketat. Tercatat, dalam rentang pendaftaran 26 Juli 2020 sampai dengan 20 September 2020, ada 250 buku puisi dari berbagai penyair Indonesia yang mengikutkan karya mereka dalam ajang bergengsi ini. Jumlah buku tersebut kemudian disaring oleh tim Dewan Juri menjadi 50 buku pilihan. Setelah itu, penyaringan kembali dilakukan untuk menetapkan 25 calon nomine buku antologi puisi Indonesia. “Lalu disaring lagi menjadi 5 buku terbaik atau pilihan untuk mendapatkan penghargaan 1 buku pemenang utama,” jelas pria yang pernah menjabat Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Piagam Penghargaan kepada Ibrahim Gibra
Piagam Penghargaan kepada Ibrahim Gibra

Menurutnya, buku antologi puisi yang akhirnya terpilih masuk sebagai salah satu dari lima puisi terbaik pada acara Puncak Perayaan Hari Puisi Indonesia di Auditorium Perpustakaan Nasional hari minggu kemarin (20/12/2020) ini intens ditulis pada masa ia menjabat sebagai Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Andaikan saya tidak ke Jakarta dan andaikan saya tidak bekerja di Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (BPBP), mungkin saja tidak akan pernah ada antologi ini,” akunya.

Pria yang menyebut dirinya sebagai lelaki kelana ini merasa beruntung selama bekerja di badan bahasa. Pasalnya, di tempat kerja tersebut selain dapat berinteraksi dengan rekan kerjanya di BPBP, ia juga mendapatkan banyak kesempatan berinteraksi dengan banyak sastrawan dan peneliti. “Ini masa saya mendapat milieu yang menghidupkan kembali kegemaran saya menulis sajak yang sudah terhenti cukup lama. Terakhir saya menulis sajak di Kompas tahun 2002,” imbuhnya.

Ibrahim Gibra menyerahkan buku KMBK kepada beberapa penyair ternama Indonesia
Ibrahim Gibra menyerahkan buku KMBK kepada beberapa penyair ternama Indonesia. Dari kiri ke kanan: Seno Gumira Ajidarma (cerpenis-novelis), Yanusa Nugroho (cerpenis-novelis), dan Agus R. Sarjono (penulis naskah drama).

Atas pencapaian itu, Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun ini mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah menginspirasi, membaca, dan mengkritisi sajaknya. “Terima kasih, takzim, dan  penghormatanku kepada semua teman di FIB Unkhair, rumah jiwa bagi lahirnya sajak-sajakku,” tulisnya di Whatsapp Grup FIB.

Di tahun mendatang, Ibrahim Gibra, penyair yang juga gemar menulis artikel untuk rubrik opini di Kompas ini sudah siap menerbitkan 2 buku antologi puisi sekaligus dan berencana mengikutkan pada ajang begengsi ini untuk dinilai oleh Dewan Juri yang memiliki kepakaran dalam jagat perpuisian Indonesia. “Insyaallah awal tahun 2021 terbit 2 buku antologi puisi sekaligus dan bisa diikutkan lagi sayembara tersebut untuk tahun 2021,” rencana lelaki yang suka memancing ini.

Sekadar diketahui, Yayasan Hari Puisi adalah wadah dan payung kreatif bagi kegiatan perpuisian di Indonesia. Salah satu program utama Yayasan Hari Puisi adalah menyelenggarakan kegiatan Festival Hari Puisi Indonesia yang diusahakan dapat berlangsung setiap tahun. Sementara Ibrahim Gibra, atas pencapaian itu, selain mendapatkan uang apresiasi, juga mendapatkan trofi dan piagam penghargaan dari Yayasan Hari Puisi Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *