Ziarah Para Pendahulu Awali Rangkaian Dies Natalis ke-27 FIB Unkhair
Ternate β Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB Unkhair) mengawali rangkaian Dies Natalis ke-27 dengan ziarah untuk mengenang dan mendoakan para pendahulu yang telah berjasa dalam perjalanan FIB dan Universitas Khairun, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang diikuti jajaran pimpinan, dosen, dan panitia Dies Natalis ke-27 FIB Unkhair tersebut turut didampingi seorang ustaz yang memimpin doa sepanjang rangkaian ziarah.
Ziarah diawali dengan doa dan tabur bunga di laut, tepatnya di belakang Masjid Al-Munawwar, Kota Ternate. Tabur bunga dilakukan untuk mengenang Almarhum Dr. Wildan, salah satu dosen FIB Unkhair yang berpulang setelah mengalami musibah tenggelam di laut.
Dalam suasana khidmat, ustaz yang mendampingi rombongan memimpin doa bersama untuk almarhum. Setelah doa, jajaran pimpinan dan rombongan FIB Unkhair menaburkan bunga ke laut sebagai bentuk penghormatan dan untuk mengenang pengabdian Almarhum Dr. Wildan semasa hidup.
Dari lokasi tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam Almarhumah Dra. Rainannur A. Latif, M.Hum., yang pernah menjabat sebagai Dekan FIB Unkhair. Rombongan kembali mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh ustaz sebelum melakukan tabur bunga di pusara almarhumah. Ziarah ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenang kontribusi dan pengabdiannya dalam perjalanan dan perkembangan Fakultas Ilmu Budaya.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju makam Almarhum Drs. Jusuf Abdurrahman, salah satu pendiri Universitas Khairun. Di pusara almarhum, rombongan kembali memanjatkan doa bersama. Ziarah ke makam pendiri Unkhair tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang turut meletakkan fondasi bagi berdirinya Universitas Khairun.
Rangkaian ziarah selanjutnya ditutup dengan mengunjungi makam Almarhum Irfan Ahmad, S.S., M.A. Doa bersama kembali dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjadi bagian dari keluarga besar FIB Unkhair.
Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin, S.S., M.A., mengatakan bahwa ziarah para pendahulu menjadi pengingat bahwa perjalanan FIB hingga memasuki usia 27 tahun tidak berdiri sendiri. Ada banyak sosok yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdian bagi fakultas maupun Universitas Khairun.
βMemasuki usia ke-27, kami ingin mengawalinya dengan mengingat dan mendoakan mereka yang telah mendahului kita. FIB yang kita lihat hari ini tentu tidak terlepas dari pengabdian para pendahulu. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi kita untuk terus melanjutkan hal-hal baik yang telah mereka wariskan,β ujar Nurain.
Ia berharap momentum Dies Natalis tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia institusi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh sivitas akademika untuk melihat kembali perjalanan FIB serta memperkuat kebersamaan dalam membawa fakultas ke arah yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-27 FIB Unkhair, Jainul Yusup, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa ziarah sengaja ditempatkan sebagai agenda yang mengawali seluruh rangkaian Dies Natalis tahun ini.
βKami ingin memulai Dies Natalis ke-27 ini dengan sesuatu yang memiliki makna. Sebelum melaksanakan berbagai kegiatan dan merayakan puncak Dies Natalis, kami terlebih dahulu mengenang dan mendoakan orang-orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan FIB dan Unkhair. Ini juga menjadi cara kita memperkenalkan kepada generasi FIB hari ini bahwa perjalanan fakultas memiliki sejarah dan ada pengabdian para pendahulu di dalamnya,β kata Jainul.
Menurutnya, kegiatan ziarah juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sivitas akademika sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap FIB Unkhair.
Ziarah para pendahulu menjadi kegiatan pertama dalam rangkaian Dies Natalis ke-27 FIB Unkhair. Dari laut tempat mengenang Almarhum Dr. Wildan hingga pusara para pendahulu yang dikunjungi, rangkaian tersebut membawa satu pesan yang sama: perjalanan FIB hari ini tidak dapat dilepaskan dari mereka yang telah memberikan bagian dari hidup dan pengabdiannya bagi institusi. (*)