09 Sep 2026 Humas fib Post Dibaca 41 kali

Mubes HMJ Antropologi Sosial FIB Unkhair Tetapkan Ridwan Saban–Putri Marwindah sebagai Pemimpin Baru

Mubes HMJ Antropologi Sosial FIB Unkhair Tetapkan Ridwan Saban–Putri Marwindah sebagai Pemimpin Baru

TERNATE — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB UNKHAIR) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada hari ini, Rabu, 9 September 2026. Agenda tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa Antropologi Sosial untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya. Agenda Mubes dibuka langsung oleh Wakil Dekan III, Jainul Yusup, S.S., M.Hum., dan turut hadir Kaprodi Antropologi Sosial, Zulkifli., S.I.P., M.Si.

Musyawarah berlangsung dengan menghadirkan dua pasangan kandidat yang bersaing dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua HMJ Antropologi Sosial FIB UNKHAIR.

Pasangan pertama adalah Fajri G. Sumbalatu dan M. Rishal Manyila, sedangkan pasangan kedua yakni Ridwan Saban dan Putri Marwindah.

Setelah melalui rangkaian proses musyawarah dan pemilihan, pasangan Ridwan Saban dan Putri Marwindah akhirnya memperoleh dukungan terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua HMJ Antropologi Sosial FIB UNKHAIR.

Hasil tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses pemilihan dalam Mubes dan dimulainya kepemimpinan baru di tubuh HMJ Antropologi Sosial.

Terpilihnya Ridwan Saban dan Putri Marwindah diharapkan tidak hanya menjadi pergantian kepemimpinan secara administratif, tetapi juga membawa semangat baru bagi HMJ Antropologi Sosial dalam menjalankan fungsi organisasi, pengembangan intelektualitas mahasiswa, serta pengabdian di lingkungan kampus dan masyarakat.

Mubes juga menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi demokrasi organisasi mahasiswa di tingkat jurusan. Perbedaan pilihan dalam proses pemilihan diharapkan tidak menjadi sekat setelah keputusan musyawarah ditetapkan.

Dengan ditetapkannya pasangan Ridwan Saban dan Putri Marwindah, seluruh kader dan mahasiswa Antropologi Sosial kini memiliki tanggung jawab bersama untuk mengawal kepemimpinan baru serta memastikan HMJ Antropologi Sosial tetap menjadi ruang belajar, berhimpun, berdiskusi, dan memperjuangkan kepentingan mahasiswa.