FIB Unkhair Lepas 25 Mahasiswa Ikuti Program Bina Desa
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) resmi melepas 25 mahasiswa untuk mengikuti Program Bina Desa di Hiri, Pulau Ternate, Senin (7/9/2026). Puluhan mahasiswa itu berasal dari berbagai Program Studi di lingkungan FIB Unkhair dan akan mengikuti program selama kurang lebih empat bulan, terhitung sejak Agustus hingga Desember 2026.
Kegiatan pelepasan dilakukan oleh Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin, S.S., M.A., dan dihadiri oleh para Ketua Program Studi di lingkungan FIB Unkhair serta sejumlah dosen pendamping.
Program Bina Desa menjadi salah satu bentuk komitmen FIB Unkhair dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di ruang kelas, tetapi juga terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa akan hadir di tengah masyarakat, berinteraksi dengan warga, berbagi pengetahuan, serta bersama-sama menggali dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa.
Dalam arahannya, Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin, menyampaikan bahwa Bina Desa merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
โSaya berharap mahasiswa dapat menjaga nama baik Fakultas Ilmu Budaya dan Universitas Khairun selama berada di tengah masyarakat. Jadikan program ini sebagai ruang untuk belajar, berkontribusi, dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,โ ujar Nurain.
Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan serta menghargai pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masyarakat setempat.
โMahasiswa datang bukan hanya untuk memberikan sesuatu kepada masyarakat, tetapi juga untuk belajar dari masyarakat. Karena itu, bangun komunikasi yang baik, dengarkan kebutuhan masyarakat, dan jadikan setiap proses sebagai pengalaman yang berharga,โ tambahnya.
Program Bina Desa ini diketuai oleh Vidhia Agmareina Hirto, M.Sc. Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas bersama masyarakat.
โBina Desa ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar ruang kelas. Mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengenali potensi desa, sekaligus melihat bagaimana ilmu yang mereka miliki dapat memberikan manfaat dalam kehidupan masyarakat,โ ungkap Vidhia.
Ia berharap selama pelaksanaan program, mahasiswa dapat menjaga sikap, membangun kolaborasi, dan mampu memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Hiri.
โHarapannya, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta program, tetapi benar-benar menjadi bagian dari masyarakat selama berada di desa. Kami ingin ada proses belajar dua arah dan, yang paling penting, ada kontribusi nyata yang bisa dirasakan bersama,โ katanya.
Sebanyak 25 mahasiswa akan mengikuti rangkaian Program Bina Desa hingga Desember 2026 dengan didampingi oleh tim dosen. Kehadiran mereka di Hiri diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya FIB Unkhair memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui Bina Desa, FIB Unkhair mendorong mahasiswa untuk belajar dari masyarakat, tumbuh bersama masyarakat, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi desa.