Balai Arkeologi Hadirkan Dosen FIB Sebagai Narasumber

FIB, UNKHAIR – Mustafa Mansur, dosen pada Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun (Unkhair) diundang sebaga narasumber dan juri pada kegiatan rumah peradaban yang diselenggarakan oleh Balai Arkeologi Maluku, selasa (5/11/19) di Dinas Pendidikan Kota Ternate.

Pada kegiatan itu, Mustafa didapuk membawakan materi dengan tajuk “Generasi Muda Ternate: Antara Kejayaan Masa Lalu dan Tantangan Masa Kini dan Masa Depan”. Pria yang juga tuli lamo (sekretaris) Kerajaan Loloda ini mewedarkan bahwa fenomena global yang dikenal dengan revolusi 4.0 itu sesungguhnya telah melahirkan  revolusi kebudayaan global.  “Yakni terbentuklah generasi milenial abad XXI. Generasi milenial adalah transformasi kelompok demografi dari generasi X ke generasi Y. Generasi Y adalah generasi yang lahir di atas tahun 1980, sementara generasi X adalah generasi yang lahir dibawah 1980-an,” katanya mengelompokkan.

Menurut alumni Universitas Padjajarn itu, revolusi 4.0 pada satu sisi membawa perubahan positif, namun pada sisi lain berdampak negatif. “Ini mempengaruhi mental dan karakter remaja. Oleh karena itu, antara revolusi 4.0 dengan sejarah sangat erat kaitannya. Dengan prinsip bahwa belajar sejarah akan menjadi manusia yang bijaksana dalam berpikir dan bertindak, maka generasi sejarah yang milenial akan dapat memaknai dan mempromosikan objek sejarah dan budaya melalui sistem informasi berbasis daring dengan bijak dan beradap,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Mustafa, dalam pendekatan kebudayaan,   kesadaran kompetatif dan humanistik juga menjadi penting dalam membentuk generasi milenial terutama dari kalangan pelajar di Ternate. “Kesadaran kompetatif harus dimaknai bahwa masa sekarang hendaknya lebih baik dari masa lalu. Sementata pendekatan humanistik, hendaknya dapat diisi dgn kearifan lokal tanpa terjebak pada romantisme masa lalu, yang justru menghambat akselerasi peradaban,” paparnya.

Sekadar diketahui, hadir sebagai narasumber, selain Mustafa, juga hadir Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara,  Ahmad Kamis;  Balai Pelestaria  Cagar Budaya, Rinawati Idrus; Balai Arkeologi, Karyamantha Subakti; dan Baronda Indonesia, Vander Soukota.

Kegiatan yang dibuka dan ditutup oleh Kepala Balai Arkeologi Maluku, Bambang Sugianto tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan penjurian lomba desain poster dan film pendek bernuansa sejarah dan budaya. “Kegiatan lomba ini diikuti oleh perwakilan dari Siswa dan siswi SMA,SMK, dan sederajat se-Kota Ternate”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *