Rahma Djumati: Literasi Adalah Kunci Mengenal Peradaban

FIB, UNKHAIR – Literasi adalah kunci mengenal peradaban. Hal ini dikemukakan Rahma Djumati, S.S., M.A, dosen pada Program Studi Sastra Indonesia (Sasindo), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun saat memaparkan materi tentang literasi dihadapan para guru dan komunitas literasi di SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Selasa (23/4/2019).

Menurut ibu Ama Dj, begitu sapaan Rahma Djumati, bangsa yang besar bukan karena kekayaan alam dan jumlah penduduk yang banyak, tetapi bangsa yang besar harus dibangun dari literasi. “ Untuk itu literasi bagi generasi muda dan komunitas adalah kunci keberhasilan agar mereka dikenal peradaban,” papar alumni Universitas Gadjah Mada itu.

Untuk Guru, bagi Ibu Ama, literasi sangat penting karena perannya sebagai pendidik. Melalui literasi, guru dapat mengecap berbagai pengetahuan dan pengalaman yang selanjutnya menjadi bekal dalam mendidik anak-anak. “Literasi merupakan jalan utama membaca dunia. Pada setiap helai lembar yang kita lalui, terdapat berbagai pengetahuan dan pengalaman yang dapat kita gunakan untuk kehidupan pribadi dan kepada masyarakat banyak,” imbuh Ibu yang dikenal murah senyum itu.

Literasi, lanjut Ibu Ama, bukan sekadar menyelamatkan masyarakat dari buta huruf, tetapi lebih dari itu. “Dengan berliterasi, kita dapat membangun manusia yang lebih maju dan berkualitas. Maujud literasi juga bukan hanya membaca dan menulis tetapi integrasi antara menulis, berbicara, menyimak, dan membaca. Dengan demikian, literasi mengharuskan seseorang menyelami makna hingga yang paling dalam,” jelas Perempuan asal Sahu, Kabupaten Halmahera Barat ini.

Untuk itu, Ibu Ama menawarkan beberapa cara mewujudkan literasi di dalam masyarakat, yaitu: (1) membentuk komunitas membaca sastra di sekolah, (2) membentuk komunitas membaca sastra di kampung-kampung, dan (3) membentuk bengkel seni di sekolah. Tiga cara ini ditawarkan mengingat budaya literasi masyarakat di Maluku Utara, termasuk di Tidore Kepulauan sangat merisakkan kita. “Tema materi saya tentang: Menumbuhkan Gerakan Literasi Sastra pada Guru dan Komunitas Baca di Tidore. Saya tawarkan 3 cara ini,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *