Juara Debat Ilmiah, Grup Debat Sasing Panen Hadiah

FIB, UNKHAIR – Grup Debat Mahasiswa Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun (Unkhair) tingkat pertama berhasil menjadi juara I pada lomba debat ilmiah tingkat universitas (Khairun). Atas prestasi itu, mereka tidak sekadar mendapatkan hadiah dan sertifikat dari panitia, tetapi mendapat hadiah tambahan dari Ketua Program Studi Sastra Inggris dan salah seorang Dosen Senior Sastra Inggris.

Untuk diketahui, grup debat itu di dalamnya ada Nurfizriah, Fahrul Rahman, dan Chusnul Ali.

Hadiah tambahan pertama datang dari Ketua Program Studi Sastra Inggris, Nurfani, S.S., M.A. hadiah yang diberikan kepada ketiga mahasiswa tersebut berupa uang saku. “Sebenarnya uang itu tidak seberapa, tetapi ini (uang) lebih diniatkan untuk mendorong anak-anak yang berprestasi untuk terus tetap bersemangat dalam berkompetisi,” katanya.

Sama, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum juga menyerahkan hadiah tambahan kepada ketiga mahasiswa tersebut. “Ada sedikit uang saku yang saya berikan kepada mereka. Fakultas lain saja kalau ada rezeki saya kasih, apalagi ini anak-anak kita sendiri. Uangnya sedikit saja tapi itu untuk menghargai prestasi mereka sekaligus memberi semangat kepada mereka,” terangnya.

Nurfizriah, salah satu anggota tim debat ilmiah mengaku sangat senang dengan hadiah tambahan yang diberikan. “Kami sangat senang karena mendapat perhatian dari jurusan dan dosen-dosen Fakultas Ilmu Budaya,” katanya berterima kasih.

Fira, sapaan Nurfizriah, menceritakan bahwa kegiatan debat yang dilangsungkan pada tanggal 28 sampai 29 November itu diikuti oleh 12 kelompok debat. Lima kelompok dari Fakultas Kedokteran, lima kelompok dari Fakultas Hukum, satu kelompok dari Fakultas Teknik, dan satu kelompok dari FIB. “Dari 12 kelompok itu, dari Sastra Inggris FIB lolos ke final dengan satu tim dari Fakultas Hukum. Alhamdulillah kami (Sasing FIB) yang menang. Padahal kami baru tahu 2 hari sebelum hari H jadi tidak ada persiapan sama sekali. Tidak ada latihan. Sementara dari fakultas lain sudah tahu 1 minggu lebih dulu jadi mereka lebih siap,” ceritanya.

Topik yang didebatkan pada saat Final, lanjut Fira, adalah Pasangan yang Sudah Menikah dan Belum Menikah Memiliki Kedudukan yang Sama Dihadapan Hukum. “Topiknya bernuansa hukum tapi kami bisa megalahkan hukum jadi kami cukup senang,” akunya.

Menurutnya, lomba tidak sekadara adu kemampuan tetapi merupakan media untuk mengasah bakat dan menambah wawasan. Untuk itu, semua mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan-kesempatan lomba seperti debat ilmiah tersebut. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *