Bina Desa, Sosialisasi, dan Riung Keluarga di Ake Sahu

FIB, UNKHAIR – Fakultas Sastra dan Budaya (FIB), Universitas Khairun (Unkhair) menggelar kegiatan bina desa di Ake Sahu, Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan yang berlangsung hari sabtu (1/12/18) ini dirangkaikan dengan sosialisasi Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dan riung keluarga. Untuk itu, yang berangkat ke desa wisata tersebut bukan saja dosen dan mahasiswa tetapi semua keluarga dosen dan staf pegawai serta keluarganya.

Seperti biasanya, FIB ke Tidore menyewa perahu motor dari pelabuhan Bastiong. Sejak pagi, dengan kaos Nonako FIB, kaos andalan FIB, sudah tampak ramai di pelabuhan Bastiong. Beberapa waktu setelah baku tunggu, FIB bertolak menuju Ake Sahu. Sekira pukul 9:30, keluarga besar FIB akhirnya tiba di Ake Sahu. Air yang tohor membuat perahu yang ditumpangi tidak bisa menambat ke pelabuhan. Alhasil, semua penumpang turun di sisi kiri kampung dengan cara perahu berlabuh langsung ke dekat bibir pantai. Di sisi kiri kampung wisata tersebut ada semcam laut terusan yang merunjung ke bibir pantai dan menjadi tambatan alternatif.

Sesampainya di di sana, lokasi wisata masih tampak sepi dari pengunjung dan warga kampung setempat. Bina desa dan kegiatan sosialisasi belum dapat dilaksanakan. Untuk itu, atas ajakan Wakil Dekan II, Ismail Maulud, semua dosen, staf pegawai, dan mahasiswa melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan wisata Ake Sahu. Tidak butuh waktu lama, ibu-ibu Ake Sahu tampak keluar satu per satu lengkap dengan peralatan kebersihannya. “Akhirnya kita berbaur dengan masyarakat setempat dan melakukan kerja bakti bersama-sama,” kata Ismail.

Setelah semua lokasi wisata Ake Sahu dibersihkan, warga diajak kumpul bersama di panggung serba guna yang tersedia di tenga tempat wisata tersebut. Semua mendengarkan penyampaian Wakil Dekan II, kordinator kegiatan, tentang maksud kedatangan keluarga besar FIB di Ake Sahu dan rencana-rencana yang akan dilakukan berkait dengan pengembangan wisata di Ake Sahu.

Lurah yang ikut hadir pada acara tersebut mengaku bangga karena FIB memiliki perhatian khusus terhadap lokasi wisata yang berada di wilayah kerjanya. “Ake Sahu adalah salah satu tempat wisata andalan di Tidore dan memiliki kontribusi besar terhadap kota Tidore. Untuk itu, lokasi wisata ini akan terus dikembangkan. Kami sangat berharap, FIB dan membangun kemitraan dengan Ake Sahu agar tempat wisata ini sama-sama dikembangkan,” pinta Lurah Tosa.

Menanggapi permintaan tersebut, Rahma Do Subuh, ketua Program Studi UPW, mengaku siap bekerja sama dengan Pemerintah setempat untuk sama-sama mengembangkan Ake Sahu. “Baru-baru ini, saya ikut kegiatan kementerian pariwisata di Yogyakarta. UPW FIB Unkhair diminta untuk memiliki desa wisata. Untuk itu, kami merencanakan Ake Sahu ini menjadi desa Wisata. Insha Allah, satu dua hari ke depan, Pak Dekan, pimpinan kami ke Jakarta untuk tanda tangan kontrak pengembangan pariwisata,” katanya.

Usai diskusi pajang tentang pengembangan desa wisata, atas arahan Wakil Dekan I FIB, Nurain Jalaluddin, warga diajak untuk makan bersama dengan keluarga besar FIB. Makanan yang dibawa dari Ternate sebagai alan, disajikan di atas meja dan dimakan secara bersama.

Beberapa saat setelah makan siang, sebagian kembali bermain, sebagian berenang, sebagian pergi ke pulau Vilonga. Setelah semua kegiatan dan kebahagian itu dirampungkan, FIB kembali ke Ternate sekira pukul 15:00. Cuaca yang bersahabat membuat perjalanan kembali ke Ternate terasa lebih tenang dari perjalanan sebelumnya. (*)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *