Kuliah Naskah, Sasindo dan Sejarah Hadirkan Dosen UGM

Info Fakultas

FIB, UNKHAIR – Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun, mendapatkan pengetahuan tambahan tentang naskah dari Dr. Abdul Wahid, M.Hum., M.Phil., salah satu dosen Ilmu Sejarah, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan yang dilakukan atas kerja sama Program Studi Sastra Indoesia (Sasindo) dan Ilmu Sejarah ini dilangsungkan di ruang serbaguna, kamis (11/10/2018).

Ismail Maulud, S.S., M.Hum, Wakil Dekan II FIB yang mengikuti kuliah itu mengaku bangga dengan kedua prodi yang telah melaksanakan kegiatan tersebut. “Saya berterima kasih dan bangga tidak hanya untuk narasumbernya tetapi juga kedua program studi ini yang telah berkolaborasi menghadirkan narasumber hari ini (11/10). Semoga kuliah-kuliah seperti ini terus dilakukan di lain waktu,” ungkapnya.

Menurut narasumber, naskah memiliki peranan yang sangat penting dalam kajian-kajian humaniora dan sains. Betapa tidak, sebagai peninggalan masa lalu, naskah adalah alat perekam masa lalu.  “Naskah mampu memberi informasi mengenai berbagai aspek kehidupan masyarakat masa lampau seperti politik, ekonomi, sosial budaya, dan seterusnya. Untuk itu, naskah sangat penting dipelajari,” terang Abdul Wahid.

Untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pria yang bergelar dua magister itu menyarankan kepada masyarakat, terutama para mahasiswa yang hadir pada perkuliahan saat itu untuk ikut merawat naskah-naskah yang ada sehingga tidak rusak. “Kita harus memiliki kesadaran untuk menjaganya karena yang kita rawat sebenarnya bukan fisiknya tetapi pengetahuan yang tersimpan di dalam naskah itu. Semakin lama fisik naskah itu dirawat, maka semakin lama pula pengetahuan itu dijaga” katanya mengajak.

Mustafa Mansur, S.S., M.Hum, moderator kegiatan kuliah tamu tersebut mengaku ada banyak naskah di Maluku Utara yang dimiliki masyarakat, hanya saja cara pandang masyarakat sangat terbatas sehingga naskah-naskah yang ada masih sulit diakses. “Pada masyarakat lokal, naskah masih dianggap sakral. Untuk mendapatkannya kita harus memiliki seribu jurus agar pemilik naskah bersedia memberikannya. Ada berbagai tantangan ketika memburu naskah, saya memiliki pengalaman bersama salah satu teman ketika membantu peneliti dari UI mencari naskah-naskah milik masyarakat seperti itu,” ceritanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *