Mahasiswa Sasing Juara Debat

FIB UNKHAIR – Mahasiswa program Studi Sastra Inggris (Sasing), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun (Unkhair), menjuarai lomba debat bahasa Inggris tingkat universitas.

Sebanyak 35 tim yang ikut mendaftar kegiatan yang dilangsungkan di Gazebo FIB pada tanggal 26 April 2018 tersebut. Setiap tim beranggotakan 2 orang. Dengan demikian, sebanyak 70 orang yang ikut pada lomba tersebut. Jumlah ini berasal dari empat fakultas di lingkup Unkhair, yaitu Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran.

Pada tahap technical meeting, sebanyak 19 tim dieliminasi oleh panitia karena tidak hadir dalam pertemuan teknis tersebut. “Itu salah satu syarat, jadi kalau tidak hadir kita eliminasi karena pertemuan ini penting bagi mereka mengetahui kaidah-kaidah debat,” tegas Hi. Ismail Maulud, S.S., M.Hum, ketua panitia debat bahasa Inggris.

Memasuki tahap debat, tim yang tersisa sebanyak 16 tim. Jumlah ini lalu dibagi dua sehingga komposisinya delapan tim menghadapi 4 dewan juri.

Untuk diketahui, dewan juri debat bahasa Inggris sebanyak delapan orang. Jumlah ini diambil dari dosen Sastra Inggris, FIB, dan dosen Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP.

Di babak penyisihan, debat dibagi ke dalam dua ruangan sesuai komposisi di atas (8 tim menghadapi 4 Juri). Dewan juri di setiap ruang diberi tugas untuk memilih empat tim terbaik dan selanjutnya dipertemukan di babak delapan besar. Pada tahap ini, delapan tim terbaik akan beradu bahasa Inggris dan gagagasan mereka tentang topik yang ditentukan dihadapan delapan orang  dewan juri.

Selanjutnya, delapan tim disaring lagi untuk masuk di babak semi final, berikut final.

Pada tahap final, salah satu tim perwakilan Prodi Sastra Inggris, FIB, keluar sebagai juara pada debat tersebut. Mereka adalah Nur Thahirah Bellendiah Hanafi dan Syarifa Fathina Albaar. Keduanya tercatat sebagai mahasiswa Prodi Sastra Inggris, semester II.

“Dengan debat ini, kita bisa melihat kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sekaligus mengetahui bagaimana gagasan-gagasan mereka diungkapkan. Sehingga kita bisa tentukan siapa yang bisa mewakili Unkhair ke debat tingkat nasional,” pungkas Hi. Ismail. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *