Pengurus HMJ Ilmu Sejarah FIB Periode 2018-2019 Dilantik

FIB UNKHAIR – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair periode 2018-2019 dilantik oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB. Pelantikan pengurus baru yang dilaksanakan pada Senin (30/4/2018) ini langsung dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker) pengurus.

Hadir dalam acara pelantikan dan rapat kerja ini antara lain pngurus BEM, pengurus HMJ se-lingkungan FIB, pengurus HMJ demisioner, ketua prodi Ilmu Sejarah, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIB.

Acara yang mengusung tema “Integrasi Paradigma, Wujudkan HMJ yang Kompeten dan Bertanggung Jawab” ini berlangsung di Ruang Kuntowijoyo, FIB. Kegiatan yang direncanakan dimulai pukul 09.00 wit molor hingga sekira pukul 12 siang karena beberapa hal teknis. Meski begitu, acara tetap dapat berjalan lancar.

Dalam sambutannya, pengurus BEM dan HMJ demisioner memyatakan menurunnya partisipasi dan animo mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan HMJ ataupun BEM.

“Kami mengharapkan agar teman-teman mahasiswa (Ilmu Sejarah) dapat aktif terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan BEM atau HMJ ke depannya,” ungkap utusan BEM dalam sambutannya.

Tampak seluruh peserta yang hadir mengikuti acara cukup bersemangat. Mereka menyambut riuh acara ini dengan semarak.

Mewakili ketua program studi, Irfan Ahmad, dalam sambutannya mengimbau kepada pengurus HMJ yang dilantik agar menghidupkan aura diskusi di fakultas ini.

“Diskusi itu tidak harus mahal. Pesertanya tidak perlu banyak. Yang penting partisipannya aktif dan serius,” ungkap Irfan.

Selama ini mahasiswa seolah terkungkung oleh pandangan bahwa diskusi itu harus formal. Padahal, menurut Irfan, diskusi itu yang penting kontennya, isi diskusinya.

Ia juga menyarankan agar diskusi-diskusi nantinya bisa memanfaatkan gazebo atau ruang-ruang terbuka lainnya untuk berdiskusi.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIB, Andi Sumar-Karman, yang hadir dalam acara ini juga turut menyampaikan beberapa hal terkait dengan harapan dan dinamika kemahasiswaan di FIB.

Kepada pengurus baru yang dilantik di bawah pimpinan M. Rais Talalubae, dan semua elemen organisasi mahasiswa intra kampus di lingkungan FIB, Andi menyampaikan beberapa hal, antara lain sinkronisasi program antar HMJ dan HMJ dengan BEM.

“Pengurus HMJ harus saling berkoordinasi, termasuk dengan BEM, agar semua program yang mirip di antara HMJ, dan HMJ dengan BEM, bisa diselenggarakan bersama-sama,” ungkap Andi. Selain itu, Andi juga mendorong agar mahasiswa FIB mengembangkan minat bakat melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di FIB.

“Mahasiswa FIB memiliki banyak potensi. Semua potensi ini dapat disalurkan dan dikembangkan pada ketiga UKM yang ada di FIB,” tutur Andi. Selama ini UKM kurang diaktifkan. Padahal, di FIB ada UKM seni, Jurnalistik, dan pencinta alam. Ketiga UKM ini saja, papar Andi, kalau dimanfaatkan secara optimal, maka potensi mahasiswa FIB dapat diaktualisasikan sehingga mahasiswa dapat menunjukkan prestasinya berdasarkan minat dan bakat masing-masing.

Selain itu, Andi juga menyampaikan bahwa ke depan, pihak fakultas akan mengundang semua organisasi kemahasiswaan di FIB, termasuk kelompok-kelompok kajian, untuk duduk bersama.

“Kita perlu duduk bersama, berdialog, untuk saling mendengarkan tentang apa saja yang bisa dilakukan semua pihak untuk bisa menggairahkan dan menghidupkan denyut keilmuan dan kemahasiswaan di fakultas ini,” pungkas Andi dalam sambutannya, yang disambut tiuh tepukan tangan dari peserta.

Setelah menyampaikan sambutan, Wadek 3 FIB, sebagaimana tercantum dalam undangan, membuka kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus HMJ Ilmu Sejarah periode 2018/2019. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *