Mahasiswi Sastra Inggris Terpilih Sebagai Duta Bahasa

FIB UNKHAIR – Nur Thahirah Bellendiah Hanafi atau yang sering disapa Bellend terpilih sebagai duta bahasa dalam ajang pemilihan duta bahasa tingkat provinsi yang diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi Maluki Utara. Perempuan yang aktif sebagai mahasiswi pada Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Unkhair ini berhasil menyisihkan sejumlah pesaingnya.

Tercatat 40-an orang mendaftar untuk mengikuti ajang tersebut. Setelah pendaftaran, tahapan selanjutnya adalah mengikuti tes UKBI (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia). 25 orang hadir mengikuti tes tersebut. Dari jumlah itu lalu dipilih 10 orang terbaik dengan komposisi 5 laki-laki dan 5 perempuan untuk mengikuti karantina di Dafam International Hotel. Tahapan ini menjadi penentu terpilihnya seseorang menjadi duta bahasa. Setidaknya ada beberapa kompetensi yang dilihat dalam masa karantina tersebut, di antaranya (1) pengetahuan tentang bahasa, (2) kemampuan berbahasa, dan (3) bakat seni-budaya.

Selain mengikuti sederet tahapan di atas, anak dari pasangan Iskandar Zulkarnaen Hanafi dan Sri Wahyuni Djunaedy ini juga memaparkan makalahnya yang berjudul “Mengangkat Citra Bangsa melalui Bahasa.” Dalam makalah itu, setidaknya ada dua hal yang dikemukakan perempuan yang jago berbahasa Inggris tersebut. Pertama, menurut amatanya, di ruang-ruang publik masih banyak yang lebih mengunggulkan bahasa asing dari pada bahasa Indonesia. Pemberian nama tempat atau petunjuk tertentu misalnya, masih dalam bahasa asing. Kedua, baginya, bahasa daerah tidak mendapatkan porsi yang seimbang dibandingkan dengan bahasa Indonesia dan asing di sekolah-sekolah sehingga bahasa daerah terkesan diabaikan.

Setelah mengikuti segala tahapan tersebut, Bellend akhirnya ditetapkan sebagai duta bahasa provinsi Maluku Utara tahun 2018 dari peserta perempuan. Posisinya sebagai duta bahasa, baru akan tergantikan setelah pemilihan duta bahasa di tahun mendatang.

Selanjutnya, kata Bellen, ia akan menjalankan setumpuk tugas sebagai duta bahasa. “Ini amanah, saya akan mengemban tugas membantu Kantor Bahasa melestarikan dan mengembangkan bahasa Daerah, bahasa Indonesia, dan mendorong orang lain agar dapat menguasai bahasa asing.”

Salah satu tugas yang saat ini dijalankan Bellend adalah ikut menyosialisasikan kata-kata baru yang ditetapkan sebagai kosakata dalam KBBI.

Selain itu, perempuan yang mempunyai moto “inspiring by teaching”  dalam menjalankan tugas kebahasaan ini mengaku saat ini tengah mempersiapkan diri untuk ikut seleksi duta bahasa tingkat nasional. “Informasinya, mungkin setelah bulan puasa baru berangkat ke Jakarta mengikuti seleksi,” katanya.

Sekadar diketahui, dari FIB juga diikuti salah satu mahasiswa Sastra Inggris yang bernama Rivaldi A. Gani. Pria yang dikenal dengan sapaan Aldi ini juga berhasil masuk dalam 10 besar peserta terbaik. Namun pada saat penetapan, mahasiswa semester II ini kandas di peringkat Harapan I. Walau demikian, ia juga menanggung tanggung jawab yang sama, yakni ikut melestarikan dan mengembangkan bahasa Indonesia. “Program saya saat ini adalah mengkampanyekan tentang ejaan yang disempurnakan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *