Guru Besar FIB Unkhair Jual Kecap No. 7

 

“Tingkatan tertinggi dari ilmu adalah kearifan.”

Kalimat bijak ini benar-benar diamalkan Guru Besar Antropolinguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun (Unkhair). Meskipun memiliki segudang ilmu yang diakui oleh banyak kalangan, pria yang pernah menjual roti coe (roti yang dimasak dengan cara kukus) semasa kecil ini selalu merendah dalam segala lakunya.

Rektor Unkhair periode 2009-2013 ini diundang sebagai pembicara dalam berbagai kegiatan ilmiah atau gelar wicara. Terakhir, sekira 1 pekan lalu, sebagai Kepala Pusat Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ia diundang pada acara gelar wicara (talk show) salah satu stasiun televisi swasta. Sebagai penggawa bahasa Indonesia, penulis buku Metamorfosa Sosial dan Kepunahan Bahasa ini menyampaikan beberapa pandangannya tentang pentingnya menjaga bahasa Indonesia sebagai perekat kebhinekaan kita. Segenap pandangan itu dapat disaksikan pada link berikut ini:

  1. Bagian 1: http://www.yoitube.com/watch?v=iZVDhtralHsY
  2. Bagian 2: http://www.youtube.com/watch?v=bqi8fbWFdwl
  3. Bagian 3: http://www.youtube.com/watch?v=Eu_9U7Nd4ks
  4. Bagian 4: http://youtube/mYWRC5szuRo

Bagi banyak kalangan, materi-materi yang disampaikan (termasuk pada acara gelar wicara tersebut) oleh penulis kolom opini Koran Kompas ini selalu membekas dan menjadi dofoma (istilah dalam kebudayaan Ternate yang berarti ‘bekal’) bagi yang mendengarkannya. Melalui cara tutur yang apik dan santun, alumni S3 Universitas Hasanuddin ini menyederhanakan segala yang rumit menjadi mudah dipahami.

Menariknya, meskipun kepakarannya dielus oleh berbagai pihak, pada berbagai kesempatan ia selalu menyebut penyempaiannya hanya sekadar “menjual kecap nomor 7.” Ia tdk sedang menjual kecap yang sebenarnya, apalagi sampai nomor 7. Ia sedang membagi ilmu dan pengalamannya kepada siapa saja yang mendengarkan.

Pengakuan atas kepakaran dan kearifan dalam segala laku Guru Besar yang menulis cerpen berjudul “Dinding Ayah” itu bahkan oleh sejumlah dosen Unkhair disebut sebagai Prof. andalan. Arlina Madjid, doktor lulusan Antropologi UGM dan pengajar Antropologi Unkhair, adalah salah satu yang sering menyebut panggilan itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *